Gabriel Yuan Nggeolima Revitalisasi Sekolah Hadirkan Lingkungan Belajar Nyaman dan Kondusif di Kupang

Pendidikan2 Dilihat
banner 468x60

Kupang Tengah, 15 Agustus 2026 – Sebelum Program Revitalisasi Sekolah dilaksanakan, para murid SMP Negeri 6 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, harus berbagi lingkungan sekolah dengan sekolah dasar. Keterbatasan ruang kelas membuat proses pembelajaran berlangsung dalam dua sesi, sementara aktivitas dua jenjang pendidikan yang berada dalam satu kawasan kerap membuat suasana belajar kurang kondusif.

Kondisi tersebut masih diingat oleh Gabriel Yuan Nggeolima, siswa kelas VIII sekaligus Ketua OSIS SMP Negeri 6 Kupang Tengah. Menurutnya, sebelum revitalisasi dilakukan, fasilitas sekolah digunakan secara bersama dengan sekolah dasar. Selain lapangan yang dipakai bergantian, keterbatasan ruang kelas membuat siswa harus mengikuti pembelajaran dalam dua sesi, yakni pagi dan siang.

banner 336x280

Bagi Yuan, sistem belajar bergantian tersebut memengaruhi semangat belajar para siswa. Selain harus menyesuaikan jadwal, suasana belajar juga kerap terganggu oleh aktivitas sekolah dasar yang berada dalam satu kawasan.

Program Revitalisasi Sekolah kemudian membawa perubahan bagi siswa di SMP Negeri 6 Kupang Tengah. Penambahan ruang kelas membuat seluruh siswa kini dapat mengikuti pembelajaran dalam satu sesi pada pagi hari. Lingkungan sekolah yang telah terpisah dari sekolah dasar juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif.

“Kami semakin senang datang ke sekolah karena sekarang sudah dipisahkan dengan SD. Belajar juga lebih nyaman karena tidak ada lagi keributan yang mengganggu proses belajar,” kata Yuan.

*Proses Belajar Semakin Nyaman*

Sejak Maret 2026, Program Revitalisasi Sekolah selesai dilaksanakan. Selain menghadirkan ruangan dan bangunan baru, program ini juga mengakhiri sistem pembelajaran bergantian yang selama ini menjadi penghambat dan penyebab suasana kegiatan belajar mengajar tidak tenang dan nyaman.

Sebagai Ketua OSIS, Yuan melihat perubahan yang terjadi membawa pengaruh baik pada teman-temannya. Menurutnya, sekarang semua lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar dikarenakan lingkungan sekolah yang baru dan lebih tenang dibandingkan sebelumnya.

“Teman-teman bilang sekolah sekarang sudah tambah bagus. Sekarang kita sudah masuk pagi semua, jadi bikin semangat,” katanya.

Selain itu, para orang tua murid juga memberikan respons positif terhadap program ini. Bangunan baru membuat antusiasme dan keceriaan anak-anak terpancar. Lingkungan belajar sudah jauh lebih baik dan tidak menyatu dengan sekolah dasar. Para orang tua juga senang anak-anak mereka mendapatkan lingkungan belajar yang layak.

Yuan berharap semakin banyak sekolah di berbagai daerah yang dapat merasakan manfaat dari program ini, khususnya sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.

“Semoga ke depan pemerintah bisa melihat teman-teman di pelosok Indonesia, seperti Papua. Mereka juga membutuhkan sekolah yang layak seperti kami,” kata Yuan.

Program Revitalisasi Sekolah menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif. Ketika siswa dapat belajar tanpa terganggu oleh keterbatasan ruang maupun kondisi lingkungan, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berkembang dan meraih prestasi.

Kisah Gabriel Yuan Nggeolima, siswa SMP Negeri 6 Kupang Tengah dapat disaksikan selengkapnya hanya dalam program Podcast Sinergi Indonesia di YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *